SMAN 2 JEMBER – Dalam upaya berkelanjutan meningkatkan mutu pendidikan serta merespons dinamika regulasi terbaru, SMA Negeri 2 Jember sukses menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Bertempat di Aula Ki Hadjar Dewantara, kegiatan ini mengusung tema yang sangat krusial bagi masa depan ekosistem pendidikan, yaitu “Mewujudkan Budaya Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Inklusif dalam Rangka Implementasi Permendikdasmen No. 6 Tahun 2026”.
Agenda ini diikuti oleh seluruh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan SMAN 2 Jember, serta didukung penuh oleh Komunitas Belajar (Kombel) “Orbit” SMADA Jember sebagai wadah kolektif transformasi guru.
Sinergi Kebijakan dan Komitmen Pimpinan
IHT kali ini menghadirkan tokoh-tokoh penting di dunia pendidikan sebagai pemateri utama. Hadir memberikan arahan sekaligus bertindak sebagai Keynote Speaker, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Jember, Iwan Triyono, S.H., M.M. Dalam poin penyampaiannya, beliau menekankan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang paling aman bagi siswa untuk tumbuh tanpa rasa takut akan diskriminasi maupun perundungan (bullying).
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala SMAN 2 Jember, Yuswita Sari, S.Pd., M.P., yang juga menjadi Keynote Speaker, menegaskan komitmen SMADA dalam mengintegrasikan regulasi terbaru ini ke dalam visi sekolah. “Melalui IHT ini, kita merapatkan barisan untuk memastikan seluruh elemen sekolah memahami dan mampu mengejawantahkan nilai inklusivitas serta kenyamanan belajar, demi menjaga muruah SMADA yang Hebat dan Juara,” ujarnya.
Bedah Materi Eksperto: Regulasi dan Praktik Baik
Untuk memberikan pemahaman teknis dan aplikatif mengenai Permendikdasmen No. 6 Tahun 2026, panitia menghadirkan dua narasumber berkompeten:
Drs. Ponadi, M.Si. (Pengawas Bina SMAN 2 Jember), yang memaparkan langkah-langkah strategis dalam menyusun indikator capaian budaya sekolah yang aman dan nyaman, serta mekanisme evaluasi kepatuhan terhadap regulasi kementerian yang baru disahkan tersebut.
Nikmatil Hasanah, S.Pd., M.Pd. (Kepala SMAN 2 Situbondo), yang membagikan potret best practice (praktik baik) mengenai pengelolaan kelas inklusif dan penanganan preventif terhadap potensi konflik sosial di lingkungan sekolah.
Interaksi dua arah yang dinamis mewarnai jalannya sesi pematerian. Para guru SMAN 2 Jember secara aktif berdiskusi mengenai studi kasus manajemen kelas untuk memastikan siswa dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam tetap mendapatkan hak belajar yang setara dan optimal.
Mengejawantahkan “SMADA HEBAT, JUARA, RELIGI”
Pelaksanaan IHT ini merupakan bukti nyata langkah preventif dan adaptif SMAN 2 Jember terhadap regulasi makro pendidikan nasional. Budaya sekolah yang inklusif bukan lagi sekadar wacana, melainkan standar operasional yang wajib dijalankan. Melalui lingkungan yang aman dan nyaman, potensi akademik maupun non-akademik siswa diyakini akan melejit lebih tinggi.
Kegiatan ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) oleh masing-masing rumpun mata pelajaran di bawah koordinasi Kombel Orbit, untuk memastikan hasil pelatihan ini langsung diimplementasikan dalam modul ajar dan iklim kelas sehari-hari.
Penulis: Tim Publikasi & Humas SMAN 2 Jember