JEMBER – Menjelang babak akhir masa studi di sekolah menengah, SMAN 2 Jember terus melakukan langkah proaktif untuk membekali siswa kelas XII. Melengkapi rangkaian sosialisasi kampus yang telah dilakukan sebelumnya, pihak sekolah kini menyelenggarakan Tryout Nasional bekerja sama dengan lembaga pendidikan Ruangguru.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan simulasi nyata bagi para siswa dalam menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026 yang kian kompetitif.
Simulasi Ujian Berbasis Digital
Berbeda dengan ujian konvensional, tryout kali ini memanfaatkan platform digital dari Ruangguru yang dirancang menyerupai sistem UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) sesungguhnya. Berdasarkan pantauan di lapangan, para siswa kelas XII mengikuti ujian dengan khidmat menggunakan perangkat digital di dalam ruang kelas.
Aspek yang diuji dalam simulasi ini meliputi:
-
Tes Potensi Skolastik (TPS): Mengukur kemampuan kognitif, penalaran umum, dan pemahaman bacaan.
-
Literasi Bahasa: Fokus pada kemampuan memahami teks dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
-
Penalaran Matematika: Menguji ketangkasan logika dalam menyelesaikan masalah kuantitatif.
Analisis Hasil yang Mendalam
Keunggulan kolaborasi dengan Ruangguru ini terletak pada sistem penilaiannya. Setelah ujian selesai, para siswa tidak hanya mendapatkan skor mentah, tetapi juga:
-
Analisis Peluang Lolos: Prediksi probabilitas diterima di jurusan dan universitas pilihan berdasarkan skor yang diraih.
-
Rekomendasi Belajar: Identifikasi sub-materi yang masih perlu diperdalam oleh masing-masing siswa.
-
Pemeringkatan Nasional: Memberikan gambaran posisi siswa di antara pejuang PTN lainnya di seluruh Indonesia.
Komitmen Sekolah Mendampingi Siswa
Kegiatan ini merupakan bagian dari ekosistem persiapan karier di SMAN 2 Jember. Setelah sebelumnya mendatangkan pakar dari universitas dan mahasiswa dari berbagai kota besar, pelaksanaan tryout ini menjadi instrumen evaluatif untuk melihat sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi seleksi.
“Kami ingin siswa tidak hanya memiliki mimpi, tetapi juga memiliki data tentang kemampuan mereka. Dengan tryout ini, mereka bisa mengatur strategi belajar yang lebih efektif di waktu yang tersisa,” ungkap perwakilan sekolah.
Antusiasme siswa terlihat tinggi, mengingat hasil dari tryout ini akan menjadi bahan diskusi penting antara siswa, orang tua, dan guru bimbingan konseling (BK) dalam menentukan arah pilihan program studi nantinya.

